Kamis, 09 Agustus 2012

BORO ASRI MENOREH outbond area

Puncak Acara HUT PALAFNE ke-24 di Boro Asri Menoreh, Kulonprogo

Tidak ada kesenjangan antara Alumni dengan Anggota yang masih muda.
Acara yang seharusnya dimulai pukul 17.30 ternyata baru bisa berjalan pukul 20.30 dikarenakan banyak alumni yang belum datang. Untuk yang pertamax datang adalah Mas Imsak + Keluarga dan Mas Copet + Keluarga, setelah itu disusul oleh Bang Yok. Mulailah ramai sekitar pukul 20.00 dan langsung saja memulai acara pukul 20.30. Acara pertama kali ini pemotongan tumpeng sebagai bentuk simbolis telah berdirinya PALAFNE selama 24 tahun. Mulai dari Mantan Ketua PALAFNE tertua hingga termuda memotong tumpeng dan dimakan bersama-sama. Akhirnya semua teman-temanpun melahap hidangan yang telah dipersiapkan dari pukul 19.00.

Setelah itu, ada acara nonton film dokumenter tentang keseharian PALAFNE, kami meminta tanggapan dari teman-teman di kampus untuk memberikan pandangan mereka terhadap PALAFNE selama ini dan banyak tanggapan yang baik dari teman-teman di kampus. Hanya saja dalam pemutaran film ini adanya kendala laptop yang sudah panas, sehingga film menjadi tersendat dan tidak bisa di tonton dengan jelas. Banyak yang protes dan untung saja kami tidak dilempari popcorn.

Makanpun selesai diiringi juga dengan selesainya pemutaran film dokumenter yang dibuat oleh teman-teman Lingkaran. Obrolan ringan, canda tawa dan ada yang berbicara serius hingga panjang lebar. Semua jadi satu di dalam Pendopo ini. Kacang rebuspun di sebar ke kumpulan-kumpulan orang yang sedang berkumpul. Kelihatan sekali keterikatan dan kedekatan antar alumni disini.

Acara di Pendopo selesai, dan akhirnya kita pindah ke Lapangan untuk acara Api Unggun diselingi dengan permainan gitar. Ada yang saling ngobrol, nyanyi-nyanyi dan menuangkan minuman tradisional juga. Dari obrolan ringan sampai obrolan beratpun ada disini. Satu-persatu alumni dan beberapa anggota aktifpun mengantuk, ada yang tidur di homestay, pendopo dan sampai tidur di lapanganpun ada, mungkin karena cukup lelah mempersiapkan acara.

Jam 05.30 hampir semua orang terbangun, ada yang tiba-tiba mencari makanan, langsung mandi, dan ada yang bengong sendiri karena nyawanya belum terkumpul. Semuanya berkumpul di Pendopo untuk makan bersama-sama. Sehabis makan ada acara udut-udut dan menunggu makanan sampai turun ke perut.  Setelah itu, kita pun bersiap-siap untuk tracking ringan ke pedesaan di sekitar Bukit Menoreh, hawanya cukup sejuk dan nyaman sekali. Banyak warga yang sedang menjalankan aktifitasnya. Tidak lupa juga untuk berfoto-foto.  Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, akhirnya kita sampai lagi ke homestay.

Para alumni yang belum bangun sebelum trackingpun sudah terbangun dan ada yang ketinggalan tracking, sehingga Umam dan Agus mengantarkan lagi untuk tracking ringan. Setelah semua alumni dan anggota bersiap-siap kita langsung ke lapangan untuk memulai outbond. Di mulai dengan Game ‘Hitung Tepok’, ‘Polisi Maling’ dan ‘Stand A’, dalam permainan ini sudah terlihat beberapa kecurangan, tetapi sangat terlihat keseruan dan kekeluargaan disini. dan setelah itu main ke sungai dekat dengan homestay.

Di sungai kita bermain Low Pipe, yaitu game yang menggunakan paralon dan mengisikannya ke dalam ember. Di sini lebih kelihatan lagi kecurangannya, tetapi hanya ada canda dan tawa yang ada. Semuanya menikmati permainan, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling tua. Setelah itu kita bermain permainan yang sudah tidak asing lagi dalam game-game outbond, yaitu Pipa Bocor. Tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata dalam game ini, karena game ini memerlukan kerja keras, kerja sama, dan ketelitian.

Walaupun ini free game di lumpur, tetapi ini bisa di bilang puncak dalam kegiatan ini. Ya, kita bermain bebas di lumpur, awalnya kami cuma bermain perahu dan bermain jembatan tali. Tetapi tiba-tiba terdengar suara “Plukkk!”. Untuk pertama kali Mas Imo yang sedang bermain jembatan tali menjadi korban pelemparan lumpur. Akhirnya semuanya pun saling bertimpuk-timpukan lumpur. Terlihat sekali tidak ada kesenjangan antara alumni dan anggota-anggota yang masih muda disini. Semuanya saling bertimpuk-timpukan. Karena ada yang tidak mau tercebur ke lumpur, satu persatu dari merekapun akhirnya dilempar secara paksa oleh teman-teman yang lain, salah satu korbannya adalah Mas Sukar.

Setelah dilihat-lihat ternyata ada yang masih tidur di homestay karena sisa dari semalam. Akhirnya kita mengangkatnya secara paksa dari kasur yang mereka tiduri. Korban-korbannya adalah sebagai berikut, Ipoel, Dimas dan Wanto. Semuanya telah kotor dengan lumpur dan kita semua puas melihatnya. Haha. Karena melihat bola menganggur, kita memutuskan untuk bermain “Polo Air Lumpur”, karena sudah terlalu senang bermain timpuk-timpukan ternyata bukan bola yang di lempar, tetapi lumpur. Setiap ada yang membawa bola, lumpur-lumpur langsung berterbangan ke arahnya.

Mungkin faktor usia, satu-persatu pemain polo mundur karena kecapekan dan langsung mandi untuk bersih-bersih. Masih ada beberapa yang bermain-main di kolam lumpur. Setelah melihat hidangan makan siang sudah disiapkan, akhirnya semuanya ikut mandi dan bersih-bersih. Semuanya pun kembali berkumpul-kumpul di Pendopo untuk menyantap hidangan makan siang, kali ini kita makan dengan menu ayam goreng. Obrolan-obrolanpun di mulai kembali sambil melihat priview foto-foto kegiatan yang baru dilaksanakan di layar proyektor.

Setelah makan, akhirnya satu-persatu dari alumni bersiap-siap untuk kembali ke rutinitas harian mereka. Salam lestari untuk semua dan sampai jumpa dalam kegiatan yang lainnya terutama di Reuni Akbar & Ulang Tahun Perak PALAFNE 2013. Terima kasih. (sumber palafne.blogspot.com)

Gunung Api Purba Nglanggeran

Sedikit berbagi gambar perjalanan ke Gunung Api Nglanggeran yang terletak di wilayah Pathuk Gunungkidul DIY. Sebenarnya acar ini sudah berlangsung cukup lama yaitu bulan Februari 2011. Perjalanan kali ini bersama kawan kawan alumni Palafne dalam rangka menghadiri HUT Palafne ke-23 Saya bersama istri . berangkat dari rumah dijemput oleh Mahdi dengan Ford Rangernya sekitar jam 17.00 langsung meluncur ke lokasi dengan perjalanan tidak sampai 1 jam. Sampai lokasi setelah beristirahat sejenak di pendopo, kami langsung menuju camping ground yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pendopo dengan medan yang lumayan terjal dan licin karena tanahnya basah. Medan ini cukup menyulitkan kami yang tidak mempersiapkan diri dengan sepatu / sandal treking dan tas yang memadai, alhasil kami harus berjalan dalam gelap, menanjak, terjal, licin dengan tangan menenteng berbagai bawaan mulai tenda, logistik, selimut sampai bantal. Sampai lokasi langsung mendirikan tenda dan membuat api unggun, selanjutnya acara mengalir sepertia biasa dan seperti yang sudah sudah.......

Kawasan Elite
Pagi hari menyempatkan menuju puncak gunung dengan lama perjalanan kurang lebih satu jam melewati jalur yang cukup untuk mengingatkan masa lalu  ...

Dilarang mendahului
Eskalator flinstone


Separuh Jalan

 Mengenai Gunung Api Purba Nglanggeran sendiri berikut saya kutip dari www.gunungapipurba.com  Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada dikawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23˚ C – 27˚ C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta. Ada 2 jalur jalan untuk menuju Objek Wisata ini melalui jalan aspal yang mulus, jika dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung/kerajinan Topeng, kemudian menuju Desa Nglanggeran ( Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ). Jika dari arah Jogjakarta : Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM ( arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun Transmisi ), menuju desa Nglanggeran (Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ).


Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan Gunung Nglanggeran adalah Gunung Berapi Purba. Kita sudah sering mendengar dan melihat gambar tentang manusia Purba, nah seperti apakah Gunung Berapi Purba??? Lihat keindahan dan Panorama Alamnya di lokasi wisata ini. Bongkahan batu yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat dan mall yang dulunya merupakan gunung berapi aktif ( 60 juta thn yang lalu ) sekarang dapat kita duduki sambil menghirup udara segar sambil berfoto-foto.


Ada bangunan Joglo ( Pendopo Joglo Kalisong ) di pintu masuk dan bila kita melangkah kejalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang sampai puncak gunung. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, manambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata out bond, makrab, dan bekemah.

Banyak wisatawan lokal, dan ada juga sesekali wisatawan asing mengunjungi Gunung Nglanggeran untuk menikmati keindahan pemandangan, mencoba menaklukkan batu-batu besar untuk didaki, dan banyak juga yang hanya sekedar melepas kepenatan dari aktifitas kerja keseharian dan kebisingan kota.

(posting tulisan mengisi waktu istirahat siang yang cuma 30 menit)