Tidak ada kesenjangan antara Alumni dengan Anggota yang masih muda.

Acara
yang seharusnya dimulai pukul 17.30 ternyata baru bisa berjalan pukul
20.30 dikarenakan banyak alumni yang belum datang. Untuk yang pertamax
datang adalah Mas Imsak + Keluarga dan Mas Copet + Keluarga, setelah itu
disusul oleh Bang Yok. Mulailah ramai sekitar pukul 20.00 dan langsung
saja memulai acara pukul 20.30. Acara pertama kali ini pemotongan
tumpeng sebagai bentuk simbolis telah berdirinya PALAFNE selama 24
tahun. Mulai dari Mantan Ketua PALAFNE tertua hingga termuda memotong
tumpeng dan dimakan bersama-sama. Akhirnya semua teman-temanpun melahap
hidangan yang telah dipersiapkan dari pukul 19.00.
Setelah itu, ada acara nonton film dokumenter tentang keseharian
PALAFNE, kami meminta tanggapan dari teman-teman di kampus untuk
memberikan pandangan mereka terhadap PALAFNE selama ini dan banyak
tanggapan yang baik dari teman-teman di kampus. Hanya saja dalam
pemutaran film ini adanya kendala laptop yang sudah panas, sehingga film
menjadi tersendat dan tidak bisa di tonton dengan jelas. Banyak yang
protes dan untung saja kami tidak dilempari popcorn.
Makanpun selesai diiringi juga dengan selesainya pemutaran film
dokumenter yang dibuat oleh teman-teman Lingkaran. Obrolan ringan, canda
tawa dan ada yang berbicara serius hingga panjang lebar. Semua jadi
satu di dalam Pendopo ini. Kacang rebuspun di sebar ke kumpulan-kumpulan
orang yang sedang berkumpul. Kelihatan sekali keterikatan dan kedekatan
antar alumni disini.
Acara di Pendopo selesai, dan akhirnya kita pindah ke Lapangan untuk
acara Api Unggun diselingi dengan permainan gitar. Ada yang saling
ngobrol, nyanyi-nyanyi dan menuangkan minuman tradisional juga. Dari
obrolan ringan sampai obrolan beratpun ada disini. Satu-persatu alumni
dan beberapa anggota aktifpun mengantuk, ada yang tidur di homestay,
pendopo dan sampai tidur di lapanganpun ada, mungkin karena cukup lelah
mempersiapkan acara.

Jam
05.30 hampir semua orang terbangun, ada yang tiba-tiba mencari makanan,
langsung mandi, dan ada yang bengong sendiri karena nyawanya belum
terkumpul. Semuanya berkumpul di Pendopo untuk makan bersama-sama.
Sehabis makan ada acara udut-udut dan menunggu makanan sampai turun ke
perut. Setelah itu, kita pun bersiap-siap untuk tracking ringan ke
pedesaan di sekitar Bukit Menoreh, hawanya cukup sejuk dan nyaman
sekali. Banyak warga yang sedang menjalankan aktifitasnya. Tidak lupa
juga untuk berfoto-foto. Setelah berjalan kurang lebih 30 menit,
akhirnya kita sampai lagi ke homestay.

Para
alumni yang belum bangun sebelum trackingpun sudah terbangun dan ada
yang ketinggalan tracking, sehingga Umam dan Agus mengantarkan lagi
untuk tracking ringan. Setelah semua alumni dan anggota bersiap-siap
kita langsung ke lapangan untuk memulai outbond. Di mulai dengan Game
‘Hitung Tepok’, ‘Polisi Maling’ dan ‘Stand A’, dalam permainan ini sudah
terlihat beberapa kecurangan, tetapi sangat terlihat keseruan dan
kekeluargaan disini. dan setelah itu main ke sungai dekat dengan
homestay.
Di sungai kita bermain Low Pipe, yaitu game yang menggunakan paralon dan
mengisikannya ke dalam ember. Di sini lebih kelihatan lagi
kecurangannya, tetapi hanya ada canda dan tawa yang ada. Semuanya
menikmati permainan, mulai dari yang paling kecil sampai yang paling
tua. Setelah itu kita bermain permainan yang sudah tidak asing lagi
dalam game-game outbond, yaitu Pipa Bocor. Tidak bisa diungkapkan lagi
dengan kata-kata dalam game ini, karena game ini memerlukan kerja keras,
kerja sama, dan ketelitian.

Walaupun ini free game di lumpur, tetapi ini bisa di bilang puncak dalam
kegiatan ini. Ya, kita bermain bebas di lumpur, awalnya kami cuma
bermain perahu dan bermain jembatan tali. Tetapi tiba-tiba terdengar
suara “Plukkk!”. Untuk pertama kali Mas Imo yang sedang bermain jembatan
tali menjadi korban pelemparan lumpur. Akhirnya semuanya pun saling
bertimpuk-timpukan lumpur. Terlihat sekali tidak ada kesenjangan antara
alumni dan anggota-anggota yang masih muda disini. Semuanya saling
bertimpuk-timpukan. Karena ada yang tidak mau tercebur ke lumpur, satu
persatu dari merekapun akhirnya dilempar secara paksa oleh teman-teman
yang lain, salah satu korbannya adalah Mas Sukar.

Setelah dilihat-lihat ternyata ada yang masih tidur di homestay karena
sisa dari semalam. Akhirnya kita mengangkatnya secara paksa dari kasur
yang mereka tiduri. Korban-korbannya adalah sebagai berikut, Ipoel,
Dimas dan Wanto. Semuanya telah kotor dengan lumpur dan kita semua puas
melihatnya. Haha. Karena melihat bola menganggur, kita memutuskan untuk
bermain “Polo Air Lumpur”, karena sudah terlalu senang bermain
timpuk-timpukan ternyata bukan bola yang di lempar, tetapi lumpur.
Setiap ada yang membawa bola, lumpur-lumpur langsung berterbangan ke
arahnya.

Mungkin
faktor usia, satu-persatu pemain polo mundur karena kecapekan dan
langsung mandi untuk bersih-bersih. Masih ada beberapa yang bermain-main
di kolam lumpur. Setelah melihat hidangan makan siang sudah disiapkan,
akhirnya semuanya ikut mandi dan bersih-bersih. Semuanya pun kembali
berkumpul-kumpul di Pendopo untuk menyantap hidangan makan siang, kali
ini kita makan dengan menu ayam goreng. Obrolan-obrolanpun di mulai
kembali sambil melihat priview foto-foto kegiatan yang baru dilaksanakan
di layar proyektor.
Setelah makan, akhirnya satu-persatu dari alumni bersiap-siap untuk
kembali ke rutinitas harian mereka. Salam lestari untuk semua dan sampai
jumpa dalam kegiatan yang lainnya terutama di Reuni Akbar & Ulang
Tahun Perak PALAFNE 2013. Terima kasih. (sumber palafne.blogspot.com)